<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ME!</title>
	<atom:link href="http://blukutuk.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blukutuk.com</link>
	<description>free thinker-just dreamer</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jul 2010 04:07:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Stop The Busy Work!</title>
		<link>http://blukutuk.com/?p=141</link>
		<comments>http://blukutuk.com/?p=141#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 16:33:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[challenge]]></category>
		<category><![CDATA[great work]]></category>
		<category><![CDATA[work]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blukutuk.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Habis baca slide di changethis.com mengenai bad work, good work, dan great work.  Menurut beliau sang penulis, ada 3 tipe kerja di dunia kerja.
Yang pertama bad work, udah ketahuan dari namanya yang namanya bad work apapun yang kita lakukan, mo kerja lembur, mo sibuk segimanapun, hasilnya ga maksimal dan diakhiri dengan  kegagalan. Mungkin karena ga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Habis baca slide di changethis.com mengenai bad work, good work, dan great work.  Menurut beliau sang penulis, ada 3 tipe kerja di dunia kerja.</p>
<p>Yang pertama bad work, udah ketahuan dari namanya yang namanya bad work apapun yang kita lakukan, mo kerja lembur, mo sibuk segimanapun, hasilnya ga maksimal dan diakhiri dengan  kegagalan. Mungkin karena ga konsen saat kerja, ga fokus, ga cocok sama kerjaan, suasana kerja ga menyenangkan, dsb. Meeting-kerjaan-meeting-kerjaan, ketika mengalami bad work, berarti ada yang salah dengan rutinitas kita, atau ada yang salah dengan perusahaan tempat kita bekerja, dan sebagian orang pasti pernah mengalaminya.</p>
<p>Yang kedua good work. Klo yang ini, tipe yang disukai perusahaan..:). Kerjaan selesai pada waktunya, dan terselesaikan dengan baik. Setiap orang efisien dalam bekerja. Ga ada yang salah dengan tipe semacam ini, kecuali 2 hal :</p>
<ul>
<li>Ga pernah berhenti. Selesai satu kerjaan, ada kerjaan yang lain, dst. <em>Never Ending Tasks </em>kalo kata orang bule..:)</li>
<li>Membuat kita terlalu nyaman. Rutinitas membuat kita terlalu nyaman, dan akhirnya kita terjebak ke dalam yang namanya <em>comfort zone</em>. <em>The routine and busy-ness of it all is seductive.</em> Ada cara untuk mengetesnya, dalam sebulan ini apa saja yang telah kita kerjakan?Apabila kita susah mengingat semua pekerjaan kita, ga ada hal yang baru dengan pekerjaan kita, berarti kita terlalu banyak melakukan good work..:)</li>
</ul>
<p>Yang terakhir Great Work. Pekerjaan yang penuh arti dan tantangan. <em>It&#8217;s about making difference</em>, membuat hari-hari kita berbeda. <em>Great Work is at the heart of blue ocean strategy, of innovation and strategic differentiation, of evolution and change</em>. Intinya, memberikan diri kita kebebasasan dari rutinitas, dan meninggalkan sedikit kenyamanan, karena tantangan pasti ada resikonya, bisa gagal atau sukses luar biasa.</p>
<p>Namun setiap orang pasti butuh tantangan, butuh kepercayaan, butuh sesuatu yang baru. Ga salah jika perusahaan inovatif semacam Google, 3M, dsb,  memberikan porsi waktu pada karyawannya untuk melakukan project pribadinya, membiarkan mereka melakukan hal yang berbeda dari hari-hari lainnya, membiarkan mereka menerima tantangan. Rutinitas dan kenyamanan membuat kita tidak kreatif.</p>
<p>Perbanyak Great Work di hari-hari kita. Salah satu caranya <em>Stop The Busy Work!&#8230;:)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blukutuk.com/?feed=rss2&amp;p=141</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budaya Perusahaan yang Modern</title>
		<link>http://blukutuk.com/?p=133</link>
		<comments>http://blukutuk.com/?p=133#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 02:16:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blukutuk.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Zappos.com, salah satu perusahaan yang memiliki budaya perusahaan yang menarik, ternyata mereka ga jualan sepatu, mereka jualan pelayanannya..:). sampe akhirnya dibeli amazon.com 880 juta dolar&#8230;wow&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Zappos.com, salah satu perusahaan yang memiliki budaya perusahaan yang menarik, ternyata mereka ga jualan sepatu, mereka jualan pelayanannya..:). sampe akhirnya dibeli amazon.com 880 juta dolar&#8230;wow&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blukutuk.com/?feed=rss2&amp;p=133</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 pelajaran dari Einstein</title>
		<link>http://blukutuk.com/?p=116</link>
		<comments>http://blukutuk.com/?p=116#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 01:05:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[einstein]]></category>
		<category><![CDATA[imagination]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blukutuk.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[#1 Be Passionatelly Curious
Kata Einstein: “I have no special talent. I am only passionately curious.”

KEINGINTAHUAN dapat menjadi kunci sebuah kesuksesan. Dengan keingintahuan terhadap kebutuhan konsumen, kebiasaan2nya, market insight, maka terciptalah produk-produk inovatif yang memang dibutuhkan dan pada akhirnya laku terjual. Didasarkan rasa  keingintahuan yang besar, dan kemudian melakukan engagement terhadap konsumennya dengan menggunakan berbagai media, kebutuhan konsumen yang sebenarnya-pun dapat diperoleh. Seorang Steve Jobs, dengan keingintahuan-nya yang besar dapat menciptakan produk breakthrough semacam ipod, iphone, dan ipad. Didalam negeri, Dyonius Beti, merevolusi industri motor di Tanah Air salah satunya karena ia sukses meluncurkan breakthrough produk sehebat Yamaha Mio. Sumbernya adalah rasa keingintahuan Dyonius Beti mengenai apakah perempuan butuh motor yang pas dan khusus dirancang untuk mereka.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>5 Pelajaran dari Albert Einstein</strong></p>
<p><strong>#1 Be Passionatelly Curious</strong><br />
Kata Einstein: “I have no special talent. I am only passionately curious.”</p>
<p>KEINGINTAHUAN dapat menjadi kunci sebuah kesuksesan. Dengan keingintahuan terhadap kebutuhan konsumen, kebiasaan2nya, market insight, maka terciptalah produk-produk inovatif yang memang dibutuhkan dan pada akhirnya laku terjual. Didasarkan rasa  keingintahuan yang besar, dan kemudian melakukan engagement terhadap konsumennya dengan menggunakan berbagai media, kebutuhan konsumen yang sebenarnya-pun dapat diperoleh. Seorang Steve Jobs, dengan keingintahuan-nya yang besar dapat menciptakan produk breakthrough semacam ipod, iphone, dan ipad. Didalam negeri, Dyonius Beti, merevolusi industri motor di Tanah Air salah satunya karena ia sukses meluncurkan breakthrough produk sehebat Yamaha Mio. Sumbernya adalah rasa keingintahuan Dyonius Beti mengenai apakah perempuan butuh motor yang pas dan khusus dirancang untuk mereka.</p>
<p>Intinya keingingtahuan ternyata harus terus dipelihara, kata steve jobs &#8220;stay hungry, stay foolish&#8221;.</p>
<p><strong>#2 Perseverance is Priceless</strong><br />
<strong>Kata Einstein</strong>: “It’s not that I’m so smart; it’s just that I stay with problems longer.”</p>
<p>TIDAK GAMPANG MENYERAH&#8230;ga harus menjadi orang pintar untuk sukses, namun yang lebih penting adalah menjadi orang yang tidak mudah menyerah. Kata Einstein: jadilah perangko, karena perangko itu selalu setia nempel di surat, nggak pernah lepas, sampai tujuan surat dituntaskan, yaitu sampai ke tempat tujuan. “The entire value of the postage stamp consist in its ability to stick to something until it gets there. Be like the postage stamp; finish the race that you’ve started!” ujarnya bijak.</p>
<p>Sebagai Contoh adalah kisah Alm. Sutjipto Sosrodjojo ketika menjual teh botol untuk pertama kalinya. Melalui perjalanan panjangnya, Sutjipto Sosrodjojo dengan tidak mudah menyerah berhasil mengedukasi masyarakat untuk minum teh dalam kemasan botol, dan disajikan dalam keadaan dingin. Padahal pada saat itu, masyarakat indonesia telah terbiasa minum teh dengan menggunakan cangkir dan disajikan dalam keadaan hangat. Cemoohan yang datang di awal pemasarannya, tidak membuat Sutjipto Sosrodjojo menyerah. Dengan mengetahui kebutuhan masyarakat pada saat itu akan minuman yang siap saji, namun dengan rasa khas indonesia, kini teh botol telah menjadi market leader untuk minuman dalam kemasan, dan mampu bersaing dengan brand internasional, semacam coca-cola dan pepsi.</p>
<p>Salah satu contoh lagi adalah keberhasilan Putera Sampoerna melahirkan A Mild. Putera Sampoerna memang visioner, ia tahu betul bahwa masa depan rokok di Indonesia adalah rokok mild, bukan rokok kretek yang waktu itu mendominasi. Tapi jangan salah, langkah Putera Sampoernamenyukseskan A Mild bukanlah gampang, hampir lima tahun gagal, merugi, setelah akhirnya meledak menyusul suksesnya kampanye “How Low Can You Go” pada tahun 1994. Putera Sampoerna yakin betul pada intuisinya, karena itu begitu A Mild gagal, dia mencoba bangkit; begitu gagal lagi, dia bangkit lagi; sampai akhirnya dari kegagalan beruntun itu lahirlah kesuksesan. A Mild menjadi rokok mild pertama di Indonesia dan memimpin pasar. Ingat kata-kata bijak Einstein lagi: “A person who never made a mistake never tried anything new.”</p>
<p><strong>#3 Imagining Is Your “Reason for Being”</strong><br />
<strong>Kata Einstein</strong>: “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. Imagination is more important than knowledge.”</p>
<p>Ya, pelajaran terpentingnya adalah: IMAJINASI lebih powerful ketimbang pengetahuan. Anda punya pengetahuan hebat mengenai pasar, produk, pesaing, teknologi, tapi imajinasinya tumpul, maka Anda akan menjadi marketer medioker, marketer setengah-setengah, marketer kelas teri. Imaginasi adalah KACA PEMBESAR Anda untuk melihat masa depan.</p>
<p>Jimmy Wells, perintis Wikipedia, mampu mewujudkan ensiklopedia paling lengkap di seluruh jagat karena daya imajinasinya yang kepalang gila yaitu dengan cara mengajak setiap orang di seluruh dunia untuk berkontribusi menuliskan ensiklopedia tersebut. Sebelumnya tak terbayangkan oleh akal sehat bagaimana mengajak jutaan orang di seluruh untuk ikutan “berjamaah” menulis isi Wikpedia. Namun berkat wiki, buah imajinasinya, akhirnya sesuatu yang tidak mungkin itu mampu diwujudkan.</p>
<p>Ingat! Imajinasi adalah seperti layaknya otot. Semakin sering imajinasi Anda dilatih, maka semakin tajam setajam mata pedang pula imajinasi Anda. Teruslah berimajinasi, walaupun orang menganggap Anda gila. John Lennon terus berimajinasi hingga detik-detik menjelang kematiannya, walaupun sampai detik ini imajinasinya belum kunjung terwujud: “dunia tanpa perang”.</p>
<p><strong>#4 Different Actions, Different Results</strong><br />
<strong>Kata Einstein</strong>: “Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results.”</p>
<p>Anda tak bisa terus saja melakukan sesuatu hal yang sama, tapi mengharapkan hasil yang beda. Anda harus terus berubah, tak boleh terbius oleh kemapanan. Anda tidak boleh silau oleh kesuksesan masa lalu. Karena kesuksesan selalu ada kadaluwarsanya. Anda harus berani “merusak” resep kesuksesan lama untuk diganti dengan yang baru. Kesuksesan yang berkelanjutan sesungguhnya tergantung dari keberanian Anda “merusak” kesuksesan di masa lalu untuk diganti dengan kesuksesan baru. Ingat: timeless successes are about destructing your past success.</p>
<p>Nokia dulu adalah unbeatable leader, kini gerah oleh serbuan Blackberry. Honda motor di Indonesia dulu unbeatable leader, kini gerah disodok Yamaha. Metro TV dulu the only leader, kini direbut TVOne. Petuah Einstein, obat bagi ketiga merek top itu cuma satu: “Do the same things differently”.</p>
<p><strong>#5 Take Action. NOW!!!</strong><br />
<strong>Kata Einstein</strong>: “I never think of the future – it comes soon enough.”</p>
<p><strong>Kata Einstein lagi</strong>: “The only way to properly address your future is to be as present as possible “in the present.”</p>
<p>*dr beberapa sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blukutuk.com/?feed=rss2&amp;p=116</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>solusi=creative destruction</title>
		<link>http://blukutuk.com/?p=106</link>
		<comments>http://blukutuk.com/?p=106#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 00:54:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blukutuk.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Ngeri juga mendengar kata destruction, yang dalam kamus dapat diartikan penghancuran atau pembinasaan, apalagi penghancuran dilakukan pada bisnis yang telah dibangun dengan susah-payah dan dilakukan oleh diri sendiri. Tapi ternyata  penghancuran  dapat menjadi  solusi untuk sebuah bisnis yang sedang mengalami trend turun akibat  tergilas oleh perubahan yang terjadi begitu cepat, atau adanya kompetisi yang semakin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ngeri juga mendengar kata destruction, yang dalam kamus dapat diartikan penghancuran atau pembinasaan, apalagi penghancuran dilakukan pada bisnis yang telah dibangun dengan susah-payah dan dilakukan oleh diri sendiri. Tapi ternyata  penghancuran  dapat menjadi  solusi untuk sebuah bisnis yang sedang mengalami trend turun akibat  tergilas oleh perubahan yang terjadi begitu cepat, atau adanya kompetisi yang semakin ketat.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-113" title="change" src="http://blukutuk.com/wp-content/uploads/2010/03/change1-150x150.jpg" alt="change" width="150" height="150" />Perubahan&#8230;Lanskap bisnis sekarang ini bergerak dengan kecepatan tinggi secepat kecepatan cahaya, “chaotic”, “radical”, “turbulent”, volatile”, “uncertain”, “unpredictable”. Tiba-tiba muncul teknologi baru, tiba-tiba muncul kompetitor baru, dsb. Perubahan akan memiliki resiko terhadap sebuah bisnis. Misal layanan PSTN Telkom yang tergilas oleh operator seluler, PT. Pos yang kewalahan dengan adanya teknologi email, SMS, dsb, Nokia yang tergusur oleh Blackberry dan HP-HP Cina mirip blackberry, atau Honda yang tersusul oleh Yamaha.</p>
<p>Kompetisi..jelas, kompetisi akan selalu ada di setiap bisnis. Kompetitor dapat muncul kapanpun juga, apalagi jika bisnis kita berada di red ocean dengan tingkat kompetisi yang tinggi dan cenderung berdarah-darah:). Adanya kompetitor membuat customer dapat membandingkan produk/jasa kita dengan produk/jasa sejenis, adanya kompetitor dapat membuat nilai tambah yang dimiliki, hilang begitu saja.</p>
<p>Kata banyak pakar, salah satu solusinya adalah &#8216;creative destruction&#8217;. Oleh Tom Peters, seorang pakar manajemen yang berpikiran revolusioner, dikatakan destruction is your job before the competition does it to you. Ketika perubahan datang begitu cepat, product life cycle susah untuk diramalkan, maka penghancuran unit-unit bisnis atau produk yang sudah tidak produktif adalah sebuah pekerjaan baru yang harus cepat dilakukan. Untuk sukses di era light-speed changes penghancurkan sendi-sendi kesuksesan masa lalu —“break with the immediate past” menjadi hal yang lumrah dilakukan. Kenapa? Karena barangkali formula dan sendi-sendi kesuksesan tersebut sudah tak relevan lagi saat ini.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-114" title="crisis management" src="http://blukutuk.com/wp-content/uploads/2010/03/crisis-management-150x150.jpg" alt="crisis management" width="150" height="150" />Ketika krisis sudah tidak dapat dielak-an, dan dapat datang kapanpun juga, creative destruction menjadi pekerjaan rutin yang harus dilakukan. Dan jika sustainability menjadi tujuan dari sebuah bisnis, maka <strong>sustainability is a </strong><strong>“journey of destruction, </strong><span style="padding: 0px; margin: 0px;">sebuah perjalanan panjang dari creative destruction satu ke yang lainnya.</span></p>
<p><span style="padding: 0px; margin: 0px;">Walaupun creative destruction terkesan mengerikan, jika untuk sustainibility bisnis, kenapa takut untuk dilakukan? sebelum krisis semakin besar tentunya&#8230;:)</span></p>
<p><span style="padding: 0px; margin: 0px;"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blukutuk.com/?feed=rss2&amp;p=106</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Semuanya &#8216;ASAP&#8221;</title>
		<link>http://blukutuk.com/?p=100</link>
		<comments>http://blukutuk.com/?p=100#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 06:06:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[ASAP]]></category>
		<category><![CDATA[leadership]]></category>
		<category><![CDATA[multilasking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blukutuk.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[As Soon As Possible..

Ketika semua pekerjaan berlabelkan 'ASAP'..
Ketika semua harus dikerjakan dengan cepat..
Dan ketika semuanya menjadi prioritas, maka prioritas-prioritas itu sebenarnya uda ga ada lagi...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>As Soon As Possible..</strong></p>
<p>Ketika semua pekerjaan berlabelkan &#8216;ASAP&#8217;..<br />
Ketika semua harus dikerjakan dengan cepat..<br />
Dan ketika semuanya menjadi prioritas, maka prioritas-prioritas itu sebenarnya uda ga ada lagi&#8230;</p>
<p>&#8216;ASAP&#8217; uda ga penting lagi..<br />
Ga ada yang dikerjain karena bingung..<br />
atau kerjaan jadi ga maksimal karena multi tasking..</p>
<p>Karena itu &#8216;ASAP&#8217; is poison..:)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blukutuk.com/?feed=rss2&amp;p=100</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita 2 Buah Kapal (1)</title>
		<link>http://blukutuk.com/?p=56</link>
		<comments>http://blukutuk.com/?p=56#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 18:02:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blukutuk.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Cerita dari seorang Teman,
Alkisah, pada jaman dahulu  ada 2 buah kapal yang akan berangkat berlayar dengan tujuan kurang lebih sama, yaitu menemukan sebuah pulau yang konon memiliki sumberdaya alam yang berlimpah, dan akan membuat mereka sejahtera di masa depan.
Kapal yang pertama, dipimpin oleh seorang nahkoda dan seorang wakilnya. Nahkoda tersebut memiliki teknik berlayar yang tinggi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita dari seorang Teman,</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-73" title="Picton Castle Under Full Sail" src="http://blukutuk.com/wp-content/uploads/2010/02/Picton-Castle-Under-Full-Sail1-150x150.jpg" alt="Picton Castle Under Full Sail" width="150" height="150" />Alkisah, pada jaman dahulu  ada 2 buah kapal yang akan berangkat berlayar dengan tujuan kurang lebih sama, yaitu menemukan sebuah pulau yang konon memiliki sumberdaya alam yang berlimpah, dan akan membuat mereka sejahtera di masa depan.</p>
<p>Kapal yang pertama, dipimpin oleh seorang nahkoda dan seorang wakilnya. Nahkoda tersebut memiliki teknik berlayar yang tinggi, dan terkenal pemberani dalam menghadapi bahaya. Nahkoda ini memulai pelayarannya dengan beberapa awak,  sebuah peta yang tidak jelas, namun pulau tujuannya masih dapat terbaca, dan perbekalan yang cukup untuk para awak kapal tersebut. Di awal perjalanannya, nahkoda langsung mengemudikan kapalnya dengan kencang, para awak dengan impian yang sama dengan nahkoda, mampu  mengikuti perintah dari nahkoda tersebut. Sedangkan wakilnya, berusaha untuk belajar dari sang nahkoda, dengan harapan di tengah perjalanan dapat menggantikan sang nahkoda apabila kelelahan.</p>
<p>Di tengah perjalanan, nahkoda beberapa kali melenceng dari arah tujuannya, akibat peta yang dibawanya hanya menggambarkan pulau tujuan, tanpa adanya gambaran pulau-pulau di sekitarnya. Namun dengan teknik berlayarnya yang tinggi, dan keberaniannya, kapal-pun dapat kembali ke arah yang benar. Sang nahkoda-pun terus mengendalikan kapalnya tersebut dengan kencang.</p>
<p>Dalam perjalanannya, hambatan demi hambatan mulai berdatangan, dari ombak besar , badai, maupun datangnya para perompak.  Beberapa kebocoran pada kapalpun tidak dapat dihindari. Para awak bekerja keras untuk menambal kebocoran pada kapal, namun dengan perbekalan yang mulai menipis, kerja mereka-pun terlihat tidak optimal seperti di awal pelayaran.</p>
<p>Sesekali, ketika tingkat kebocoran mulai tak terkendali, sang nahkoda membawa kapalnya berhenti ke pulau-pulau  yang dilewatinya untuk memperbaiki kerusakan pada kapalnya tersebut . Di perhentian tersebut, sang nahkoda dan wakilnya membeli beberapa suku cadang baru, yang katanya dapat mempercepat kapal dalam berlayar. Beberapa awak kapal baru juga direkrut, untuk memberikan tenaga tambahan saat pelayaran nanti. Perbekalan juga dibeli, namun dengan optimisme bahwa pulau tujuan sudah dekat, dan perbekalan yang banyak akan memperlambat jalannya kapal, perbekalan yang dibeli hanya sekedarnya.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-72" title="badai" src="http://blukutuk.com/wp-content/uploads/2010/02/badai-150x150.jpg" alt="badai" width="150" height="150" />Ketika pelayaran dimulai kembali, hambatan-hambatan ternyata kembali muncul. Awak-awak baru yang belum cukup beradaptasi, sedikit kebingungan menghadapi hambatan-hambatan yang muncul, dan terkadang mengganggu kerja awak kapal lama yang mulai kelelahan.</p>
<p>Kepanikan pun mulai muncul, sang wakil yang ikut merasa panik,  berusaha membantu sang nahkoda mengendalikan kapal, dan mulai ikut memberi perintah para awak kapal tersebut. Namun kurangnya pengalaman sang wakil, kadang malah membuat awak-awak kapalnya bingung dengan perintah-perintah yang diberikan. Kelelahan dan kebingungan, membuat mereka kurang bersemangat. Melihat hal tersebut sang wakil, dengan mengatasnamakan  keselamatan kapal menjatuhkan beberapa awak kapal yang mulai tidak bisa bekerja akibat kelelahan, ke lautan luas. Awak kapal lainnya mulai cemas melihat hal tersebut, mereka ketakutan hal serupa akan terjadi pada diri mereka. Mereka bingung, mencoba tetap mempertahankan impian awal mereka, namun hambatan-hambatan yang datang membuat mereka melemah kembali. Ketika ingin bercerita keluh kesah mereka ke sang nahkoda, sang nahkoda terlihat sibuk mengendalikan kemudi untuk mempertahankan kapal-nya.</p>
<p>Dan kemudian, perbekalan semakin menipis. Beberapa awak kapal lama jatuh sakit dan tewas di tengah perjalanan. Kebocoran demi kebocoran pada kapal -pun semakin tak terkendali, para awak tetap mencoba untuk menambal kebocoran-kebocoran yang ada. Namun, tanpa melihat keadaan kapal dan awak kapalnya, sang nahkoda dan wakilnya tetap mengendalikan kapalnya dengan kencang. Beberapa pulau yang nampak,  dilewatinya begitu saja, sang nahkoda dan wakilnya tetap pada optimisme mereka  bahwa pulau tujuan mereka sudah sangat dekat, sehingga perhentian akan membuat waktu hilang terbuang.</p>
<p>Berbeda dengan sang nahkoda dan wakilnya, para awak kapal lama yang tadinya memiliki impian serupa mulai menghapus  impian-impian mereka akan sebuah pulau yang dapat membuat mereka sejahtera di masa depan. Kehilangan impian, membuat mereka bekerja tanpa semangat mengikuti perintah sang nahkoda dan wakilnya. Hanya awak-awak baru yang masih bersemangat untuk membantu sang nahkoda dalam pelayarannya.  Sang nahkoda yang sesekali melihat keadaan  tersebut,  tetap memutuskan untuk membawa kapalnya berlari kencang, agar kapal dapat sampai ke tujuan sebelum karam.</p>
<p>Akankah sang nahkoda dengan teknik berlayarnya yang tinggi, dan keberaniannya yang luar biasa, dapat membawa kapal dan awak-awak kapalnya sampai di tujuan? Benarkah pulau impian yang dituju merupakan pulau yang dapat membuat seluruh awak kapalnya sejahtera, atau pulau tersebut hanya impian semu sang nahkoda?Dan bagaimana dengan keadaan kapal lainnya, yang memiliki tujuan yang sama dengan kapal pertama?</p>
<p>bersambung&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blukutuk.com/?feed=rss2&amp;p=56</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
