Singkong Naik Kelas

Dahulu, beberapa tahun yang lalu. Saya dan teman-teman pernah mencoba usaha kuliner kecil yang menjual makanan-makanan dari singkong. Makanan kampung, yang ternyata bisa juga naik kelas, jika dikemas dengan bagus..:) Idenya sendiri sebenernya ga orisinil, udah ada beberapa usaha sejenis yang menawarkan produk olahan singkong juga. Bahkan, salah satu pelopor bisnis singkong ini sempat masuk beberapa media berkat kesuksesannya, terutama ekspansi-nya yang cepat.

Bedanya, produk kita pada saat itu bukan produk olahan murni, seperti yang banyak dijual pada saat itu. Proses pengolahannya bukan hanya direbus, dan diberi bumbu layaknya kentang goreng. Namun dengan beberapa kali olahan, hasilnya lebih bagus dari segi bentuk, dan enak dari segi rasa. Adonannya sendiri, bisa dibentuk seperti crinkle cut, bentuk bola, dan sebagainya. Penyajiannya dapat menggunakan saos tomat/sambal, atau bumbu berbagai rasa.

Singkong sendiri sebenarnya komoditas pertanian yang cukup berpotensi.  Selain gampang ditemukan di berbagai kota di Indonesia, dari segi harga jauh lebih murah jika dibanding misalnya dengan kentang. Yang membedakan adalah masalah persepsi. Di masyarakat perkotaan, singkong sudah dianggap makanan kampung, yang ga menarik, dan sedikit memalukan jika dimakan di sekolah, kampus, atau kantor:).

Walaupun pada akhirnya tutup, karena faktor manajemen yang buruk, dan salah target pasar..hehe, paling ngga saya jadi tahu kalo indonesia sebenarnya memiliki potensi produk pertanian yang berlimpah. Dengan memberi  nilai tambah, tidak sekedar berjualan komoditas, serta packaging yang baik, harganyapun insyaAllah bisa naik berkali-kali lipat, dan keuntunganpun pastinya dapat diraih.

There are no comments, yet.

Why don’t you be the first? Come on, you know you want to!

Leave a Comment

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes